Pentas Kesenian Purworejo di TMII

(Revienspurworejo.com) Hari minggu, 18 Maret 2011 aku dengan temanku Endang menghadiri acara pentas kesenian khas Purworejo di Anjungan Jawa Tengah, Taman mini Indonesia Indah (TMII). Memang sudah jauh-jauh hari aku sudah janjian ingin memghadiri acara tersebut dengan teman-teman Ikatan Mahasiswa Purworejo Jakarta Raya (IMAPURJAYA), namun karena ada beberpa hal mereka tidak dapat datang ke acara tersebut, dan yang datang hanya aku dan temanku Endang.

Penonton Pentas Seni Purworejo di Taman Mini Indonesia Indah

Penonton Pentas Seni Purworejo di Taman Mini Indonesia Indah

Seperti hari-hari biasa aku bangun agak siangan dan tidak langsung mandi karena harus menunggu temanku, Endang jalan dari rumahnya yang berada di Bekasi, dan rumahku sendiri tidak jauh dari Taman mini, sehingga aku harus menunggu. Lama aku menunggu dan melihat waktu sudah Pukul 09.30, aku langsung bergegas mandi. Setelah mandi aku langsung mempersiapkan alat untuk medokumentasikan acara tersebut. Sekitar pukul 10.15 Wib, aku langsung berangkat menuju Taman mini, dan sesampai di pintu gerbang, aku harus menunggu temanku Endang, karena aku sudah janjian di Pintu gerbang denganya. Tidak lama aku menunggu, dia pun datang, dan kamipun langsung bergegas menuju lokasi acara di Anjungan Jawa Tengah yang sebelumnya harus membayar tiket masuk Taman Mini.

Batik dan Kaos Purworejo yang DiPajang di Pentas Seni Purworejo

Batik dan Kaos Purworejo yang diPajang di Pentas Seni Purworejo

Setelah sampai di anjungan Jawa Tengah ternyata acara sudah dimulai, dengan penonton yang cukup banyak. Setelah kami memarkirkan motor, kamipun langsung bergegas masuk anjungan, karena sudah tidak sabar ingin melihat acara pementasan kesenian khas Purwoorejo. Memang pada dasarnya aku baru dua kali ini melihat pentas kesenian khas Purworejo di Taman mini.

Kerajinan Purworejo yang Dipajang di Pentas Seni PurworejoKerajinan Purworejo yang Dipajang di Pentas Seni Purworejo

Karena cukup banyak penonton yang berada di depan, makanya kami mencari tempat kesamping pementasan yang masih belum banyak penontonya. Kamipun duduk manis melihat acara tersebut, dan aku terkadang mendekati sang penari, karena ingin mendapatkan foto yang jelas.
Walaupun aku tidak tau semua nama kesenian yang dipentaskan, namun aku sangat senang dengan diadakannya acara semacam ini di Jakarta terutama di Taman mini, karena memang dekat dengan rumahku, sehingga aku dapat datang dan menyaksikan acara seperti ini, juga dapat mempromosikan kesenian khas Purworejo ke masyarakat Jakarta yang notabenya Jakarta tempat berkumpulnya orang-orang se-Indonesia.

Sari Susu Kambing Etawa yang Dipajang di Pentas Seni Purworejo

Sari Susu Kambing Etawa yang Dipajang di Pentas Seni Purworejo

Menurutku acara semacam ini sangat bagus untuk mempromosikan potensi-potensi wisata, kesenian khas, makanan khas dan banyak lagi tentang Purworejo agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Selain itu dengan diadakannya acara ini juga dapat untuk mengobati rasa kangen terhadap kampung halaman orang-orang yang berada di perantauan, seperti aku ini, dan juga untuk ajang silaturahim dengan teman-teman Purworejo lainnya.

Menurut Bapak Darwan, salah satu anggota Cah Purworejo Perantauan (CPP), acara seperti ini sangat bagus untuk mengembangkan budaya Purworejo agar tidak hilang. “bagus, harus diberdayakan, kalau tidak begini lama-lama akan ilang,” ujar bapak Darwan. Selain itu juga menurut beliau, acara ini juga sebagai ajang bertemu, dan “tombo kangen” obat kangen dengan teman-teman Purworejo yang merantau.

“Pemerintah Daerah (PEMDA) saat ini kebijakannnya mempertahankan, dan mengembangkan budaya asli Purworejo,” ujar Mahsun Zein, Bupati Purworejo. Selain itu juga acara ini juga sebagai ajang promosi Kesenian Purworejo selain Dolalak yang sudah memiliki Hak Paten. Menurut beliau kesenian Purworejo ini selain Dolalak, di Daerah lain ada, dan hampir sama, namun ada beberapa perbedaan dengan di tambah kreasi-kreasi baru agar lebih membedakan dengan daerah lain. Dan agar masyarakat luas mengetahui kesenian Purworejo memang di butuhkan sosialisasi dan acara promosi semacam ini, ataupun lewat media massa.
Semoga dengan kegiatan semacam ini, akan dapat membantu memajukan kota Purworejo dari sektor kebudayaan, dan budaya-budaya asli purworejo dapat di kenal oleh masyarakat luas, baik dalam ataupun luar negeri. Amin…!!
Belum lama kami duduk, di samping kami makin banyak saja penontonnya dan terlihat banyak sekali teman-teman dari CPP, dan Pakuwojo yang datang di acara ini, selebihnya sepertinya hanya masyarakat umum yang sedang berkunjung ke Taman Mini. Dari sekian banyak orang Purworejo yang datang di acara ini, tidak ada satupun orang yang aku kenal.

Bupati Purworejo Mahsun Zein "Nomor tiga dari kiri" sedang menyaksikan acara pentas seni Purworejo di TMII

Bupati Purworejo Mahsun Zein “Nomor tiga dari kiri” sedang menyaksikan acara pentas seni Purworejo di TMII

Di sela-sela acara akupun memutuskan untuk berkeliling sendiri untuk mencari stok foto dan melihat-lihat oleh-oleh yang di bawa oleh panitia dari Purworejo. Saat ku berjalan di sekumpulan orang, mataku langsung tertuju pada stand yang disiapkan oleh pantia, karena di stand yang berada di pinggiran ruangan anjungan ini, aku melihat kain batik, kaos gambar bedug Purworejo, tas-tas, dan kerajinan tangan lainya, dan seketika itu aku langsung menuju stand tersebut. Dan tidak ketinggalan pastinya makanan khas Purworejo seperti clorot, cenil, dan lain sebagainya.
Ternyata kain batik itu menurut penjaga stand adalah kain batik Purworejo. “dalam hati,,, wah mantap nihh…ternyata Purworejo memiliki batik, kerajinan tangan dan lain sebagainya”. Yah…memang dasar akunya yang baru saat ini tahu kalau Purworejo memiliki itu semua. Aku makin bangga menjadi orang Purworejo, walapaun sekarang ini aku sudah tidak tinggal lagi Purworejo.
Acara yang pementasan kesenian Purworejo ini juga dihadiri oleh Bupati Purworejo, Mahsun Zein dan sepertinya pejabat-pejabat dari Purworejo yang ikut serta dalam rombongan.
Setelah cukup puas menyaksikan acara ini, kamupun bergegas pindah dari tempat semula, dan memutuskan untuk mencari-cari informasi tentang acara tersebut.

Emdang Sulistiyowati;
Kesan pertama saat aku sampai di anjungan jawa tengan TMII adalah perasaan bangga karena acara pementasan seni jaran kepang sudah dimulai dengan ribuan penonton yang memadati area anjungan. Aku dan Iriel segera mencari posisi untuk pengambilan gambar. Namun saat Iriel asyik mengambil gambar, aku justru sibuk menikmati tarian-tarian yang dibawakan oleh para pemain pentas. Ada rasa kangen, senang, bercampur bangga sebagai orang Purworejo. Maklum saja, aku sudah lama sekali tidak melihat acara pertunjukan seperti ini.

Saya “Endang” berfoto dengan Bupati Purworejo “Tengah” dan Pak Toyo CPP

Semakin siang, pengunjungnya pun mejadi semakin banyak. Ada bapak Bupati beserta jajaran pejabat pemerintah daerah, orang-orang komunitas Cah Perantauan Purworejo (CPP), mahasiswa-mahasiswa dari Purworejo yang kuliah di Jakarta, masyarakat umum, bahkan masyarakat perantauan dari daerah tetangga seperti kebumen pun ikut hadir. Aku dan Iriel menyempatkan berkeliling panggung untuk melihat stand pameran. Sayang sekali saat aku ingin mencicipi es dawet khas Purworejo ternyata sudah habis.

Kami berdua “kanan” berfoto dengan teman-teman CPP dan Bupati Purworejo

Menjelang selesainya acara, aku dan Iriel menemui, dan berfoto bersama dengan bapak Bupati. Selain itu, kami juga menyampaikan rasa terima kasih kami sebagai orang Purworejo atas terselenggarakannya acara ini. Karena menurutku, pertunjukan-pertunjukan seni budaya seperti jaran kepang, dolalak, dan seni yang lain dari Purworejo harus sering diadakan di kota-kota besar seperti Jakarta yang notabene banyak masyarakat Purworejo merantau disini. Selain untuk mengobati rasa kangen terhadap Purworejo juga untuk memperkenalkan kesenian Purworejo kepada masyarakat luar. Harapanku, semoga masih banyak penerus budaya Purworejo yang berusaha mempertahankan dan mengembangkan kesenian-kesenian khas untuk Purworejo yang semakin maju.
Selesai berbincang dengan Bapak Bupati, kami pun beristrhat di pinggiran anjungan sambil menimati suasana keramaian acara. Tidak lama kami beristrhat ternyata acara terlihat sudah selesai, makanya kami sepakat untuk kembali ke depan acara, dan kembali ikut berfoto dengan Bapak Bupati, teman-teman Purworejo lain, dan anggota dari penari yang pentas di acara tersebut. setelah itu kami sholat Dzuhur, dan memutuskan untuk pulang.

Team kesenian Purworejo berfoto dengan Petinggi Purworejo

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


5 × two =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>